AKSI BERSIH SAMPAH PLASTIK SERENTAK SE-BALI
 Dalam rangka menyambut peringatan Tumpek Wayang, Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Bali turut berpartisipasi dalam kegiatan Aksi Bersih Sampah Plastik yang dilaksanakan pada Jumat, 9 Oktober 2026, bertempat di kawasan Mangrove Pesanggaran, Indonesia Power, Bali. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan alam sebagai bagian dari tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Partisipasi Biro Hukum Setda Provinsi Bali dalam kegiatan ini merupakan wujud dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan di Bali. Melalui aksi nyata di lapangan, kegiatan bersih sampah plastik tidak hanya bertujuan mengurangi timbunan sampah yang mencemari lingkungan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar semakin bijak dalam menggunakan dan mengelola sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Tumpek Wayang merupakan salah satu hari suci dalam tradisi Hindu di Bali yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan kebudayaan. Momentum ini dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan kehidupan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat pelestarian lingkungan, yang membutuhkan kepedulian, kedisiplinan, serta partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Pelaksanaan aksi bersih sampah plastik di kawasan Mangrove Pesanggaran juga memiliki arti penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Kawasan mangrove berperan dalam melindungi wilayah pesisir, menjadi habitat bagi berbagai jenis biota, serta mendukung keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, kebersihan kawasan mangrove perlu dijaga secara berkelanjutan agar fungsi ekologisnya tetap terpelihara.
Sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari tanah dan perairan, mengganggu kehidupan biota, serta menurunkan kualitas lingkungan. Sampah yang terbawa aliran air juga dapat menumpuk di saluran drainase dan sungai sehingga menghambat kelancaran aliran air. Dalam kondisi tertentu, penumpukan tersebut dapat meningkatkan risiko genangan hingga banjir, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Melalui kegiatan ini, upaya penanganan sampah dilakukan tidak hanya sebagai tindakan menjaga kebersihan kawasan, tetapi juga sebagai bagian dari langkah preventif dalam mengurangi potensi permasalahan lingkungan. Penanganan sampah dari sumbernya, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta pembiasaan memilah dan membuang sampah pada tempatnya merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak positif apabila dilakukan secara konsisten.
Bagi Biro Hukum Setda Provinsi Bali, keterlibatan dalam kegiatan sosial dan lingkungan juga menjadi bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan. Pembangunan Bali yang berkelanjutan memerlukan sinergi berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, komunitas, maupun masyarakat. Setiap unsur memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.
Kesadaran menjaga lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, dimulai dari lingkungan kerja hingga kehidupan bermasyarakat. Membatasi penggunaan plastik sekali pakai, membawa wadah minum dan tas belanja yang dapat digunakan berulang kali, memilah sampah sesuai jenisnya, serta tidak membuang sampah ke saluran air merupakan beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam keseharian.
Aksi Bersih Sampah Plastik dalam rangka menyambut Tumpek Wayang ini diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian kolektif terhadap kelestarian alam Bali. Upaya menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan melalui kegiatan sesaat, melainkan perlu menjadi kebiasaan yang terus dipelihara dan dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Biro Hukum Setda Provinsi Bali turut mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Semangat menyambut Tumpek Wayang diharapkan tidak hanya tercermin dalam pelaksanaan tradisi dan kegiatan seremonial, tetapi juga melalui tindakan konkret dalam menjaga alam sebagai bagian penting dari kehidupan.
Dengan komitmen dan partisipasi bersama, Bali diharapkan senantiasa menjadi pulau yang bersih, hijau, lestari, dan nyaman bagi seluruh masyarakat serta generasi mendatang.